Berbakti kepada orang tua

BIRRUL WALIDAIN
BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA
Buku kedelapan dalam seri Akhlak Mulia
( Perpustakaan Ibnu Huzaimah, Riyadh )
Penulis : Azhari Ahmad Mahmud
Penerjemah : Saefudin Ma’mun, S.PdI (Guru SDIT Al Muzzammil)

Bismillahirrahmannirahim, Segala puji hanya milik Allah Ta’ala, atas apa yang telah diberikan dan karuniakan serta yang menjaga dan menciptakan.
Sholawat dan salam semoga selalu sampai kepada Nabi Muhammad SAW Nabi yang murni dan semoga sampai kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang selalu bangga dengan ajarannya.
Saudaraku sesama muslim : Sungguh Allah Ta’ala telah menjadikan segala sesuatu dengan sebab dalam semua penciptaanya; tumbuhan keluar dari perut bumi, hujan turun dari langit, telur berasal dari ayam dan manusia berasal dari bapak dan ibu.
Allah Ta’ala menciptakan semua itu berasal dari sebab yang terjadi, sungguh adanya mahluk yang bernama manusia karena sebab adanya makhluk lain yaitu bapak dan ibu. Allah Ta’ala berfirman :
“ Apakah manusia tidak memperhatikan, bahwa kami telah menciptkanna dari setetes air (mani), maka tiba-tiba dia menjadi penantang yang nyata”. (QS. Yasin : 77)
Kemudian Allah menundukan hati para orang tua dengan rahmat yang menjadi sebab dalam pengasuhan anak-anak mereka, lembut terhadap mereka dan menjadi yang terdepan dalam menjaga kemaslahatan mereka. Akan tetapi apa yang akan diberikan anak-anak kepada kedua orang tuanya itu sebagai balasan atas semua kasih sayang dan pengasuhan yang telah diberikanya ?
Merupakan hak bagi para orang tua menerima balasan dari semua yang telah dilakukannya itu, yaitu sesuatu yang kita beri nama dengan : (Berbakti kepada kedua orang tua)

APA ITU BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA?!

Saudaraku sesama muslim: tidak seorangpun yang dapat mengingkari keutamaan orang tua dan kedudukanya yang sangat dalam dilubuk hati.
Adakah seorang anak yang dapat menghitung kebaikan, kelembutan, perlindungan dan kasih sayang yang telah diberikan orang tuanya itu?! mereka tidur agar kamu dapat tidur, bersusah payah agar kamu senang, mereka rela untuk tidak istirahat diwaktu mereka harus beristirahat, mereka juga rela untuk tidak ikut rihlah disaat mereka membutuhkan rihlah dan mereka rela menghabiskan umurnya dengan harapan akan tumbuh sekuntum bunga yaitu anak-anaknya.
Maka adakah dari kita yang dapat menghitung hak-hak mereka dan adakah yang dapat menghitung berapa bakti yang harus kita berikan kepada mereka !
Berbakti kepada orang tua adalah tugas setiap anak yang sholeh dan yang memiliki akar pikiran, yaitu bagi mereka yang mengetahui jalan kemulian dan bagi mereka yang mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Anak yang mengetahui esensi kebaikan maka dia akan menampakan kebaikan itu yang telah mereka dapatkan dari orang tuanya itu.
Dimanakah kamu wahai saudaraku?
Apa yang telah kamu berikan kepada mereka sebagai balasan kebaikan yang telah mereka berikan kepada mu?
Apa yang mereka dapatkan dari mu,setelah bersusah payah mengurus mu?
Saudaraku sesama muslim apakah kamu tahu arti berbakti kepada orang tu?
Telah ditanya Hasan Al-Basyri rahimahullah: apa itu berbakti kepada oarng tua? Dia berkata: (hendaknya kamu memberikan kepada mereka semua yang kamu miliki,dan mentaati semua apa yang mereka perintahkan kepada mu,kecuali jika mereka menyuruhmu berbuat maksiat).
Saudaraku : aku tidak mengira kamu bodoh akan arti berbakti kepada kedua orang tua akan tetapi aku hanya ingin memalingkan pandanganmu, perhatianmu agar kamu tidak lupa !
Semua orang yang berakal pastilah mengetahui arti berbakti kepada kedua orang tua, tetapi sedikit sekali dari mereka yang ingat !

Janganlah kamu berpaling wahai saudaraku, Allah memerintahkanmu agar berbakti kepada orang tua pada banyak tempat didalam kitabNya yang mulia; Allah Ta’ala berfirman kepadamu dengan kata Al-Ihsan. Allah Ta’ala berfirman:
“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, dan berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak”. (QS. Al An’am: 151)
Dan Allah Ta’ala berfirman :
” Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya”. (QS. Al Isra : 23)
Dan Allah Ta’ala berfirman :
“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya”. (QS. Al Ankabut : 8)
Dan arti kata berbuat baik / ihsan pada ayat pertama, berkatalah Al Qurtubi rahimahullah : (Berbuat baik kepada kedua orang tua adalah berbakti kepadanya, menjaganya, melindunginya, mengerjakan perintahnya, menghilangkan kesusahanya, dan meninggalkan kekerasan terhadap mereka).
Saudaraku karena begitu pentingnya berbakti kepada orang tua hingga Allah berfirman pada dua ayat yang pertama, yaitu memerintahkan berbakti kepada kedua orang tua setelah memerintahkan agar mengesakannya dan tidak mensekutukanya dalam beribadah. Oleh karena itu pahamilah wahai orang-orang yang berakal dan janganlah kalian menjadi orang-orang yang lalai.

BAGAIMANAKAH CARA BERBAKTI KEPADA ORANG TUA
Saudaraku hakekat dari berbakti kepada kedua orang tua adalah berbuat baik kepada mereka dengan cara yang baik dan menyambungnya dan meniadakan pemutusan hak-hak mereka.
Dan inilah sebagian gambaran berbakti kepada kedua orang tua, dan bagaimana caranya ?
Mentaati semua apa yang mereka perintahkan

Taat kepada perintah orang tua adalah wajib bagi bagi semua anak; apabila mereka memerintahkan, dengarkanlah perkataan mereka berdua, kecuali perintah untuk maksiat kepada Allah.
Allah Ta’ala berfirman :
” Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik”. (QS. Lukman : 15)
Dan para ulama telah berfatwa : bahwasanya jika seorang anak dilarang berpuasa sunah oleh orang tuanya maka hendaknya dia mentaatinya.
Telah ditanya Imam Ahmad Rahimahullah : tentang seseorang yang sedang berpuasa sunnah, kemudian salah satu dari orang tuanya meminta agar dia berbuka. Dia berkata (diriwayatkan dari Al Hasan bahwasanya dia berkata : hendaknya dia berbuka dan baginya pahala karena berbaktinya, dan dia mendapat pahala puasa jika ia berbuka)
2. Merendahkan suara dan lemah lembut ketika berbicara dengan mereka
Sungguh sangat disayangkan, kebanyakan dari manusia apabila berbicara dengan orang tua dengan mengeraskan suara dan tidak memperhatikan adab, dan yang demikian itu tidak diragukan lagi merupakan bagian dari perbuatan durhaka yang sangat diwanti-wanti oleh Nabi Muhammad SAW. Allah Ta’ala berfirman :
“Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (QS. Al Isra : 23)
Dan telah berkata Sa’id bin Musib rahimahullah : (perkataaan seorang hamba yang patuh kepada orang tuanya adalah perkataan yang lembut)
Dan yang demikian itu telah dilakukan oleh Ibnu ‘Aun rahimahullah, suatu ketika ibunya memanggilnya kemudian beliau menjawabnya dengan suara yang keras ketika itu pula beliau membebaskan dua orang budak!
3. Hormat dan patuh kepada orang tua
Hal tersebut merupakan sebuah keharusan dalam berbakti kepada orang tua, karena banyak didapatkan perilaku sombong dan angkuh yang diperlihatkan seorang anak kepada orang tuanya, apabila orang tuanya menyuruhnya maka mereka menggangapnya sebagai sebuah penghinaan dan perbuatan yang memalukan lebih-lebih jika seorang anak memiliki kedudukan dan pangkat yang tinggi. Padahal penghinaan dan hal memalukan itu adalah jika ia tidak mau melaksanakan perintah orang tua.
Allah Ta’ala berfirman :
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan”. (QS. Al Isra : 24)
Berkatalah ‘Urwah rahimahullah : diantara makna dari ayat diatas adalah tidak mencegahnya apabila orang tua menginginkan sesuatu.
Dan berkatalah Tuwas rahimahullah : (sesungguhnya merupakan perilaku Sunnah kita hormat kepada Empat golongan diantaranya : Ulama, orang yang sudah lanjut usia, pemimpin dan orang tua ).
Dalam suatu riwayat Abu Hurairah RA melihat kepada dua orang lelaki lau berkata kepada salah satu darinya : Apakah ini orang tua anda ? orang itu menjawab :ya, ini orang tuakuku. Berkata Abu Hurairah RA : janganlah kamu memanggil dengan namanya langsung, janganlah kamu berjalan dihadapanya dan janganlah kamu duduk sebelum ia duduk.
4. Meminta izin kepada orang tua jika hendak melakukan perjalanan panjang seperti belajar atau yang lainnya.
Meminta izin merupakan bagian dari berbakti kepada orang tua, karena ridho orang tua pada urusan-urusan yang mendesak dan penting seperti mencari ilmu atau belajar seperti ini sangat dibutuhkan, bahkan pada perjalanan jihad sekalipun yang mengharuskan setiap muslim untuk pergi berjuang harus meminta izin orang tua terlebih dahulu.
Dari Talhah bin Mu’awiyah RA, dia berkata : aku telah mendatangi Nabi SAW dan berkata : ya Rosulllah, aku ingin pergi berjihad di jalan Allah. Nabi SAW bersabda : (( apakah ibumu masih hidup? )) aku berkata: ya. Nabi SAW bersabda : (( Mintalah ijin darinya maka bagimu surga )).
Dan telah datang seorang lelaki kepada Nabi SAW, lalu ia berkata : aku datang untuk berhijrah sebagai tanda kesetianku kepadamu, dan aku menggalkan kesdua orang tuaku dalam keadaan menangis. Lalu bersabda Nabi SAW : (( kembalilah kepada mereka; buatlah mereka tertawa sebagaimana engkau telah membuat mereka menangis)). [HR. Abu Daud dan Nasai dan Ibnu Majah. Didalam kitab sohih Abu Daud karya Albani: 2528
5. Menafkahi orang tua terutama kebutuhan yang mendesak
Hal ini merupakan keharusan dari suatu bakti yang nyata, hendaknya seorang anak memberikan makan dan pakaian kepada orang tuanya serta berdiri terdepan dalam memenuhi kebutuhanya.

Dari Jabir bin Abdillah RA : Bahwasanya seorang lelaki berkata : Ya Rosulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan anak, dan bapakku ingin menguasai hartaku. Nabi SAW bersabda : (( kamu dan hartamu adalah untuk bapakmu !)). [HR. Abu Daud, Ibnu Majah dll]
Dan didalam suatu riwayat : (( Sesungguhnya anak-anak kalian makan dari sebaik-baiknya harta hasil usaha kalian, makanlah dari harta hasil usaha anak-anak kalian )) [Irwa Algalil : Alnbani : 838]
6. Mendo’akan mereka diwaktu masih hidup dan sesudah mati
Diantara sarana berbakti kepada orang tua adalah mend’oakan mereka dengan rahmat di waktu hidup mereka. Dan Nabi SAW telah menegaskan kepada kita mintalah kepada Allah kebaikan untuk diri kita masing-masing. Lalu bagaimana untuk orang tua kita ?! kebaikan mereka diatas segala kebaikan.
Didalam mendo’akan mereka, ada sebagian hak-hak mereka atas kamu dan yang demikian itu tidaklah sulit.
Allah Ta’ala berfirman :
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al Isra : 24)
Nabi SAW bersabda : (( sesungguhnya seseorang telah diangkat derajatnya didalam surga, lalu dia berkata : sesungguhnya aku memiliki ini! Lalu dikatakan: karena anakmu telah memohonkan ampun untukmu. [ HR. Ahmad, Ibnu Majah dan lainya: dalam silsilah Assohihah : 1598 ]
Dan telah berkata sebagian tabiin : (siapa yang berdo’a untuk orang tuanya dalam sehari semalam lima kali maka dia telah memberikan hak kedua orang tuanya, karena Allah Ta’ala berfirman : bersyukurlah kamu kepadaku dan kepada kedua orang tuamu dan hanya kepadaku tempatmu kembali.
Bersyukur kepada Allah dengan melaksanakan sholat sehari semalam lima kali, begitu juga bersyukur kepada kedua orang tua dengan mendo’akan mereka lima kali dalam sehari semalam.
Telah berkata sebagian sahabat RA : (( meninggalkan do’a untuk orang tua, menyempitkan hidup anak itu sendiri)).

KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA
Saudaraku berbakti kepada kedua orang tua semuanya adalah perbuatan yang paling utama dan diberkahi oleh Allah Ta’ala.
Barang siapa yang menolong Allah dengan berbuat baik kepada orang tua, niscaya Allah Ta’ala mengarahkan kepadanya jalan kebaikan yang besar serta memberikan taufiq dan hidayah kepada jalan kesuksesan.
Barang siapa yang ingin mengetahui bahwa berbakti kepada kedua orang tua itu sebuah kebaiikan, hendaknya ia mengetahui beberapa ringkasan dari keutamaan-keuatamaan berbakti kepada kedua orang tua sebagai berikut :

• Berbakti kepada kedua orang tua mendekatkan jalan menuju surga:
Apakah kamu sudah mengetahuinya wahai manusia yang mengaku memiliki peradaban yang tinggi, bahwasanya berbuat baik kepada kedua orang tua mendekatkan jalan kita menuju surganya Allah dan berita ini bukanlah aku yang memberikan tetapi bersumber dari Rosul yang agung, Nabi kita Muhammad SAW,dengarkanlah dan renungilah :
Dari Abdillah bin Mas’ud RA ia berkata : Aku berkata : ya Nabiyallah, amal apakah yang dapat mendekatkan kita kepada surga Allah ? Nabi SAW bersabda : (( sholat tepat pada waktunya )) aku berkata : amalan apalagi ya Nabiyallah : Nabi SAW bersabda : (( Berbakti kepada kedua oran tua )) aku berkata : kemudian amal apalagi ya Nabiyallah? Nabi SAW besabda : (( berjihad dijalan Allah )) [ HR. Bukhori dan Muslim. Dan ini lafaz Muslim ]

• Ridho orang tua sebab mendapat ridho dari Allah Ta’ala
Alangkah agungnya ridho orang tua melebihi besarnya harta rampasan perang. Beruntunglah orang yang berbuat baik kepada kedua orang tuanya karena telah mendapat ridho Allah Ta’ala, dan apabila seorang hamba mendapat ridho dari Allah Ta’ala niscaya dia akan berbahagia didunia dan akhirat.
Nabi SAW bersabda : (( ridho Allah tergantung ridho orang tua dan murka Allah tergantung murka orang tua )). [HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakiim/ disohihkan oleh Albani dalam kitabnya At Targiib : 2501]

• Berbakti kepada kedua orang tua akan menambah panjang umur dan brtambahnya rizki
Nabi SAW bersabda : (( barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ingin ditambah rizkinya hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan hendaknya ia menyambung tali silaturahim/keluarga )). [ HR. Ahmad dalam kitab sohih at targib lil albani : 2488 ]

• Berbakti kepada orang tua menghantarkan kita berjumpa dengan Allah
Beraneka ragam jenis dan bentuk perbuatan baik akan membawa perbedaan pula dalam hal derajat dan keutamaanya disisi Allah, tetapi semua amal soleh pastilah akan mendekatkan seseorang yang mengerjakannya kepada Allah tanpa terkecuali berbakti kepada orang tua merupakan jalan yang sangat dekat pada dirikita untuk sampai sedekat-dekatnya kepada Allah Ta’ala.
Berkata Ibnu Abbas RA : sungguh aku tidak mengetahui sebuah amal yang akan menghantarkan aku sedekat-dekatnya kepada Allah selain berbakti kepada orang tua.

• Berbakti kepada orang tua sebab diampuninya dosa.
Oleh karena itu, inilah kisahnya : datang seseorang kepada Nabi SAW, lalu ia berkata : sesungguhnya aku telah melakukan dosa besar, apakah masih ada taubat untukku ? Nabi SAW bersabda: (( apakah kamu masih memiliki ibu?)) ia berkata : tidak.Nabi SAW bersabda: (( apakah kamu memiliki bibi/ saudara dari ibumu ?)) ia berkata : ya. Nabi SAW bersabda : (( berbaktilah kepadanya)). [ HR. Tirmidzi, Hakim dan Ibnu Hiban. Ini adalah lafaz dari Tirmidzi didalam Sohih At Targib lil Albani : 2504
Saudaraku inilah keutamaan yang sangat agung, berusahalah untuk meraihnya agar mendapat keberuntungan yaitu kamu akan menjadi orang-orang yang bebas dari dosa.
BERBAKTI KEPADA ORANG TUA DIWAKTU SENJA DAN SETELAH WAFATNYA
Saudraku tidak diragukan lagi jika kamu sudah tua nanti; pastilah kamu akan senang jika ada yang terdepan dalam mengurusmu, membantumu, berbuat baik kepadamu dan ada yang menyanggah kelemahanmu.
Dan yang paling bertanggung jawab atas yang demikian itu adalah mereka anak-anak kita, mereka yang sudah merugikan orang tua. Orang tua rela berkorban dan lelah demi hari tua ini semoga ada yang dapat membantunya disaat senja tua.

Bagaimana pendapatmu dengan orang yang sudah lanjut usia, sudah lemah tulang belulangnya dan sudah habis tenaganya lalu anaknya meninggalkanya ?.
Apakah kamu tidak ingat pada suatu hari ketika orang tuamu bergadang mengurusmu ketika kamu sakit, menguras keringat untuk menafkahimu, bergelut dengan bahaya agar semata-mata kamu dapat tidur dengan nyenyak?!
Dan apakah kamu tidak ingat suatu hari dimana orang tuamu menjaga kemaslahatanmu, ketika kamu tidak mampu mencegah bahaya dan tidak mampu memeberi suatu yang bermanfaat untuk dirmu?!
Tidaklah mungkin kamu akan berpaling dari semua itu jika kamu manusia yang normal, dan tidak mungkin kamu lupa akan semua kebaikan itu.
Adapun kewajiban yang harus kamu berikan sekarang adalah hendaklah kamu tinggal disampingnya dan lindungilah mereka dengan kebaikanmu, kelembutanmu sebagaimana yang telah mereka lakukan kepadamu. Sangat berguna kelembutan yang kamu berikan kepada mereka, dan janganlah kamu merasa susah dalam membantu mereka sebagaimana mereka tidak merasa susah dalam mengurusmu.
Allah Ta’ala berfirman :
“Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. QS. Al Isra : 23
Nabi SAW bersabda : (( celakalah orang itu, celakalah orang itu, celakalah orang itu ))! Ditanya SAW: siapakah wahai Rosulullah ? Nabi SAW besabda : (( barang siapa yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya sudah berusia lanjut kemudian dia tidak masuk surga)). [ HR. Muslim ]
Adapun berbakti kepada orang tua setelah wafatnya mereka :
1. Berdo’a untuk mereka
2. Memohonkan ampun untuk mereka
3. Bersedakah untuk mereka
4. Dan memuliakan teman-temanya semasa hidup
Nabi SAW bersabda :
Dan dari Abi Burdah bin Abi Musa Al Asy’ari RA, ia berkata : aku telah datang ke kota Madinah, kemudian Abdullah bin Umar mendatangiku, lalu beliau berkata : ( apakah kamu tahu sesuatu yang belum aku datangkan kepadamu ?) aku berkata : Tidak. Ia Ibnu Umar berkata: aku mendengar Nabi SAW bersabda : (( siapa yang suka menemui orang tuanya di kuburnya; hendaklah ia menemui saudara dan teman-temannya sepeninggal mereka )) dan sesungguhnya sepeninggal bapakku yaitu Umar dan diantara mereka bapakmu dan Umar adalah teman dekat dan aku sangat suka untuk menghubungi dan menjalin hubungan itu )). HR. Ibnu Hiban didalam sohih at targib karya Albani 2506
Saudaraku apa yang aku sampaikan sangatlah sedikit dan orang tua kita memberikan begitu banyak diwaktu kita kecil dan kebaikan mereka terhadapmu tidaklah pernah putus hingga kita besar. Berbakti adalah bakti wahai para pencari kesuksesan dan kebahagian di dunia dan akhirat. !
Perhatikanlah syair berikut :
Ta’atilah Tuhanmu sebagaimana yang Dia perintahkan
Dan penuhilah hatimu dengan kewaspadaan
Dan ta’atilah orang tuamu karena sesungguhnya merekalah yang mengurusmu diwaktu kecil
Dan tunduklah kepada ibumu karena dialah yang menyusuimu
Dan ketahuilah, durhaka kepadanya adalah salah satu dosa besar.

About mengajardanberbisnis

Manusia Biasa yang ingin menjadi luar biasa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s